Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2014

Ta'aruf atau Pacaran



Kan Sama-sama Tuk Penjajakan: Mau ta’aruf atau pacaran?
          Suatu ketika tiga orang mahasiswi datang ke Lab komputer di salah satu Perguruan Tinggi Islam tempat saya mengabdi, tak lama kemudian,  terjadilah  diskusi ringan dengan teman saya (laki-laki) tentang masalah Ta’aruf. (Ta’aruf berasal dari kata ‘arafa yaitu perkenalan secara syar’i antara seorang laki-laki dan perempuan untuk menuju kegerbang pernikahan). Salah –satu dari mahasiswi tersebut berkeyakinan, bahwa dalam Islam tidak ada istilah pacaran yang ada hanya ta’aruf. Pacaran dalam konsep Islam adalah haram,

Jumat, 12 September 2014

Sayed Muhammad an Naquid al-Atas

Sayed Muhammad an Naquid al-Atas, mengartikan at-ta’lim disinonimkan dengan pengajaran tanpa adanya pengenalan secara mendasar, namun bila at-ta’lim disinonimkan dengan at-tarbiyah, at-ta’lim mempunyai arti pengenalan tempat segala sesuatu dalam sebuah sistem .

Menurutnya ada hal yang membedakan antara at-tarbiyah dengan at-ta’lim, yaitu ruang lingkup at-ta’lim lebih umum daripada at-tarbiyah, karena at-tarbiyah tidak mencakup segi pengetahuan dan hanya mengacu pada kondisi eksistensial dan juga at-tarbiyah merupakan terjemahan dari bahasa latin education, yang keduanya mengacu kepada segala sesuatu yang bersifat fisik-mental, tetapi sumbernya bukan dari wahyu. Sementara pengunaan at-ta’dib, menurut Naquib al-Attas lebih cocok untuk digunakan dalam pendidikan Islam, konsep inilah yang diajarkan oleh Rasul. At-ta’dib berarti pengenalan, pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan sedimikian rupa, sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud dan keberadaanya .